Potensi Probiotik Lactobacillus casei dari Dadih Yogurt Minangkabau untuk Restorasi Mikrobiota Usus pada Irritable Bowel Syndrome : Sebuah Tinjauan Literatur

Authors

  • Muhammd Rifqi Al Azim Author
  • Helena Azriz Universitas Andalas Author
  • Rizka Fauziah Andalas University image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.47506/z909he94

Keywords:

Mikrobiota usus, sinbiotik, Dadih, Irritable Bowel Syndrome, Intestinal microbiota, synbiotics, Curd, Irritable Bowel Syndrome

Abstract

Pendahuluan : Sindrom iritasi usus atau yang biasa disingkat dengan IBS adalah gangguan fungsional pencernaan yang ditandai dengan gejala nyeri perut yang berulang dan perubahan kebiasaan buang air besar (misalnya sembelit, diare, atau keduanya), yang sering disertai perut kembung. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Literature Review. Penelitian dilakukan dengan melakukan pencarian di internet menggunakan mesin pencarian jurnal. Mesin pencarian jurnal yang digunakan pada penelitian ini meliputi Pubmed, Google Scholarr, Science Direct, dengan kata kunci: “Mikrobiota usus, Sinbiotik, Dadih, Irritable Bowel Syndrome. Hasil : Hasil yang didapatkan dari penelusuran e-resources Google Scholar sebanyak 204 PubMed NCBI sebanyak 90, dan  ScienceDirect sebanyak 10. Dari total    artikel tersebut, dilakukan eksklusi terhadap beberapa artikel yang terduplikasi pada database yang berbeda. Setelahdilakukan screening terhadap judul dan abstrak, ditemukan sebanyak 7 artikel yang berkaitan dengan topik yang akanditeliti serta memenuhi kriteria inklusi. Kesimpulan : Interaksi antara sistem imun, mikrobiota usus, dan genotipe inang diduga mendasari patogenesis IBS, berupa terjadinya ketidakseimbangan mikrobiota usus. Lactobacillus casei asal dadih dapat digunakan sebagai terapi alternatif IBS yang minimal efek samping karena bersifat probiotik.

References

Downloads

Published

2025-12-31