Penilaian Status Gizi Balita Berdasarkan IMT dan LiLA Dalam Upaya Deteksi Dini Stunting
DOI:
https://doi.org/10.47506/pemnqt26Keywords:
stunting; IMT; LiLA; status gizi; deteksi diniAbstract
Pendahuluan. Stunting adalah gangguan pertumbuhan balita yang menyebabkan pertumbuhan anak yang lebih lambat dari normal dan memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani kasus stunting adalah dengan peningkatan dan perbaikan status gizi. Pengukuran status gizi balita diperlukan untuk mendeteksi stunting pada balita. Ini dapat dilakukan dengan mengukur Indeks Masa Tubuh balita dan lingkar lengan atasnya, yang kemudian menghasilkan klasifikasi status gizi. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi balita berdasarkan ukuran lingkar lengan atas dan Indeks Masa Tubuh. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Al Hasanah Kabupaten Magetan pada tanggal 7 Januari 2025 dengan sampel penelitian berjumlah 20 anak. Dalam melaksanakan penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa pita lingkar lengan atas, grafik indeks masa tubuh terhadap usia, serta wawancara sebagai instrument pelengkap. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak yaitu 18 anak (80%) memiliki status gizi yang baik dan 2 anak (20%) lainnya memiliki status gizi kurang. Dari hasil wawancara didapatkan bahwa anak yang memiliki status gizi yang baik mempunyai pola makan yang baik juga serta pola asuh dan social ekonomi yang baik sehingga menunjang pemberian gizi seimbang pada anak, begitu sebaliknya dengan anak gizi kurang. Orang tua perlu mendapatkan sosialisasi terkait dengan kondisi status gizi anak sehingga bisa memantau serta mencegah terjadinya stunting pada anak.


