Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.47506/wcs2ym76Keywords:
Hipertensi, Lansia, Aktivitas fisik, Tekanan darah, GPAQAbstract
Pendahuluan : Hipertensi diklasifikasikan sebagai penyakit tidak menular yang prevalensinya bertambah seiring proses penuaan, terutama pada kelompok lansia. Aktivitas fisik berperan penting sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pengendalian tekanan darah.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan kerangka kerja cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 36 lansia penderita hipertensi yang seluruhnya dijadikan sampel melalui total sampling. Data yang berkaitan dengan aktivitas fisik diperoleh dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi pearson untuk menentukan hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah.
Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0,001, yang berarti nilai tersebut jauh lebih kecil dari batas signifikansi 0,05.
Kesimpulan : Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada responden. Perawat dianjurkan untuk mendorong lansia secara aktif melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, senam lansia, atau berkebun, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik untuk pengendalian tekanan darah guna mengurangi risiko hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup.


