HUBUNGAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KEKUATAN OTOT LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAMPUAN KABUPATEN LOMBOK BARAT
DOI:
https://doi.org/10.47506/qsq7at20Keywords:
Kebiasaan Olahraga, Otot, Lansia, Puskesmas PerampuanAbstract
Pendahuluan: Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan akibat proses penuaan, salah satunya penurunan kekuatan otot (sarkopenia). Kebiasaan olahraga merupakan salah satu faktor yang dapat memperlambat penurunan kekuatan otot pada lansia. Terdapat 65% Lansia di wilayah Kerja Puskesmas Perampuan Kabupaten Lombok Barat belum memiliki kebiasaan olahraga teratur sehingga rentan mengalami kelemahan otot. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kekuatan otot pada lansia perempuan di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai September 2025 dengan menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 60 responden lansia perempuan. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kebiasaan olahraga dan pemeriksaan kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank (α = 0,10). Hasil: Responden memiliki kebiasaan olahraga dalam kategori cukup (38,3%), baik (51,7%), dan kekuatan otot berada pada kategori sedang hingga kuat. Uji Spearman rank menunjukkan (p = 0,001; r = 0,631. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan olahraga dengan kekuatan otot pada lansia perempuan di Desa Perampuan.


