DAMPAK KOMUNIKASI SBAR (SITUATION, BACKGROUND, ASSESMENT, RECOMMENDATION) PADA KUALITAS HANDOVER DI RUANG HCU (HIGH CARE UNIT) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.47506/czz6a906Abstract
Pendahuluan : Komunikasi efektif dalam proses handover sangat penting untuk memastikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan. Metode SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) telah digunakan sebagai standar dalam berbagai bidang kesehatan.
Tujuan : Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh komunikasi SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) terhadap kualitas handover di Ruang HCU (High Care Unit) Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB.
Metode : kuantitatif dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan observasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 69 orang, dengan perhitungan sampel didapatkan sebanyak 46 perawat sebagai responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square.
Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden terdapat 93,5% perawat dengan komunikasi efektif, dilihat dari kualitas handover pada tingkat baik sebanyak 44 perawat (95,7%) dengan uji analisa chi square didapatkan p value 0,000 < 0,05.
Kesimpulan : dalam penelitian ini adalah ada pengaruh antara komunikasi SBAR (Situation, Background, Assesment, Recommendation) terhadap kualitas handover di Ruang HCU (High Care Unit) Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Karena penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kerangka pikir untuk pengembangan penelitian lainnya terkait pengaruh pelaksanaan komunikasi SBAR terhadap kualitas handover.


