PENGARUH AKUPRESUR TITIK ST 15, SI 1 DAN ST 16 TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI UPT PUSKESMAS GAJAH MADA TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.47506/er9rae02Keywords:
akupresur, produksi ASI, ibu nifasAbstract
Pendahuluan: Produksi ASI yang belum optimal pada masa nifas masih menjadi masalah dalam pelayanan kebidanan dan memengaruhi rendahnya cakupan ASI eksklusif. Masa nifas merupakan periode penting dalam keberhasilan laktasi karena terjadi adaptasi fisiologis dan psikologis ibu. Faktor fisik dan psikologis ibu dapat menghambat kerja hormon prolaktin dan oksitosin. Akupresur pada titik ST15, SI1, dan ST16 merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi meningkatkan produksi ASI dan mudah diterapkan dalam praktik kebidanan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupresur pada titik ST15, SI1, dan ST16 terhadap produksi ASI pada ibu nifas.
Metode: Penelitian quasi eksperimen dengan desain post test only control group. Sampel terdiri dari 33 ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok intervensi (16 responden) dan kontrol (17 responden). Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Produksi ASI diukur berdasarkan volume ASI dan dianalisis menggunakan uji Mann Whitney U.
Hasil: Rata-rata produksi ASI pada kelompok intervensi lebih tinggi (19,58 ml) dibandingkan kelompok kontrol (8,31 ml) dengan nilai p = 0,001.
Kesimpulan: Terapi akupresur pada titik ST15, SI1, dan ST16 berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung dalam asuhan kebidanan masa nifas.


