Faktor Determinan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pasca Salin Oleh Ibu Di Jawa Tengah (Analisis Data SKI 2023)

Authors

  • Syifa Sofia Wibowo Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro , Universitas Dian Nuswantoro image/svg+xml Author
  • Aprianti Fakultas Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Author
  • Respati Wulandari Universitas Dian Nuswantoro Author

DOI:

https://doi.org/10.47506/1jp85w78

Keywords:

kontrasepsi hormonal, kontrasepsi pascasalin, faktor determinan, jawa tengah, data sekunder

Abstract

Pendahuluan: Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sangat penting selama masa pascapersalinan. Meskipun kontrasepsi hormonal pascapersalinan merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan, ibu dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Tujuan: Dengan menggunakan data sekunder dari survei SKI tahun 2023, penelitian ini berupaya mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan kontrasepsi hormonal pascapersalinan pada perempuan di Jawa Tengah.

Metode: Penelitian ini menganalisis data sekunder dari SKI tahun 2023 dengan menggunakan desain cross-sectional.  Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 3.912 data. Variabel dependen adalah pemilihan kontrasepsi hormonal, sedangkan variabel independen meliputi usia ibu, riwayat penyakit hipertensi, riwayat penyakit asma, tempat tinggal, riwayat partus, dan riwayat mengikuti kelas ibu hamil. Regresi logistik serta teknik uji univariat, bivariat, dan multivariat lainnya digunakan untuk menganalisis data.

Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit hipertensi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi pemilihan kontrasepsi hormonal (OR = 2,42), diikuti oleh riwayat penyakit asma (OR = 1,96) dan tempat tinggal (OR = 1,39). Sementara itu, usia ibu (OR = 0,53), riwayat mengikuti kelas ibu hamil (OR = 0,79), dan riwayat partus (OR = 0,81) merupakan faktor protektif terhadap pemilihan kontrasepsi hormonal.

Kesimpulan: Pemilihan alat kontrasepsi hormonal pasca salin dipengaruhi oleh faktor kondisi kesehatan ibu, karakteristik individu, dan akses pelayanan kesehatan. Riwayat hipertensi menjadi faktor yang paling dominan.

References

Downloads

Published

2026-07-03