PENGARUH EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI DI SMK KESEHATAN SADEWA YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.47506/3b7rgj56Keywords:
Pengetahuan, Sikap, Edukasi, SADARIAbstract
Pendahuluan: Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang banyak menyerang perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui edukasi kesehatan reproduksi dengan memberikan informasi ilmiah mengenai tubuh perempuan, fungsi reproduksi dalam menjaga kesehatan sejak remaja. (Muflihatin et al., 2021)
Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMK Kesehatan SADEWA
Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2025 di SMK Kesehatan SADEWA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dengan ukuran sampel 30 orang yang terdiri dari siswi kelas XII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data yaitu uji normalitas Shapiro-Wilk <50 dan uji Wilcoxon dilakukan karena hasil uji normalitas tidak terdistribusi normal.
Hasil: Tingkat pengetahuan responden dikategori “sedang”, yaitu 15 (77%) saat dilakukan pre test dan tingkat pengetahuan responden dikategorikan “tinggi” 19 (82%) saat dilakukan post test. Distribusi frekuensi sikap Sadari pada siswi sebelum diberikan edukasi yaitu sebanyak 14 (46,7%) memiliki sikap Sadari yang buruk setelah diberikan edukasi sikap SADARI siswi dikategorikan baik sebanyak 27 (94,2%) dengan uji normalitas Shapiro-Wilk <50, dan uji Wilcoxon dilakukan karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi normal.
Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan siswi sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai sig. 0.000 (p <0.05). Ada pengaruh sikap siswi sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai sig. 0.030 (p <0.05).


