Analisis Hubungan Body Mass Index dengan Risiko Terjadinya Hiperemesis Gravidarum
DOI:
https://doi.org/10.47506/qcqanp82Keywords:
Indeks Masa Tubuh, Mual Muntah, KehamilanAbstract
Latar Belakang: Hiperemesis Gravidarum (HEG) merupakan komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan mual dan muntah berlebihan, sehingga mengganggu status gizi ibu. Status gizi yang tidak seimbang, yang dicerminkan melalui Indeks Massa Tubuh (BMI) pra kehamilan atau awal kehamilan, berkaitan erat dengan kerentanan terhadap keparahan gejala
tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara Body Mass Index
(BMI) dengan risiko terjadinya Hiperemesis
Gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Balantak
Selatan Kabupaten Banggai. Metode: Penelitian
ini menggunakan desain kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30
orang ibu hamil yang diambil menggunakan
teknik quota sampling. Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat menggunakan uji
statistik Chi-Square. Hasil: Hasil analisis bivariat
menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan BMI tidak berisiko tidak mengalami HEG
(53,3%), sedangkan kelompok BMI berisiko lebih
banyak mengalami HEG (20%). Hasil uji statistik
Chi-Square memperoleh nilai p = 0,045 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara BMI dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (BMI) dengan risiko terjadinya Hiperemesis
Gravidarum, di mana
ketidakseimbangan berat badan baik terlalu rendah
maupun berlebih meningkatkan kerentanan ibu hamil terhadap mual dan muntah berlebihan.


