HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL, DUKUNGAN SUAMI, DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR DI PMB DIAN RAHAYU TAHUN 2026
DOI:
https://doi.org/10.47506/4whzdj32Keywords:
literasi kesehatan digital, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, IVA Test, wanita usia subur.Abstract
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Namun, keikutsertaan wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan IVA masih rendah. Literasi kesehatan digital, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan diduga menjadi faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA.
Tujuan: Mengetahui hubungan literasi kesehatan digital, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di PMB Dian Rahayu Tahun 2027.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di PMB Dian Rahayu pada bulan Juni 2026. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang berkunjung ke PMB Dian Rahayu pada bulan Juni 2026 sebanyak 50 orang. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital kurang (56,0%), dukungan suami kurang mendukung (52,0%), dukungan tenaga kesehatan baik (68,0%), dan belum pernah melakukan pemeriksaan IVA (76,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,001), dukungan suami dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan dengan keikutsertaan pemeriksaan IVA (p=0,029).
Kesimpulan: Literasi kesehatan digital, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan secara signifikan dengan keikutsertaan wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA. Peningkatan edukasi kesehatan berbasis media digital, pelibatan suami dalam promosi kesehatan reproduksi, serta penguatan peran tenaga kesehatan melalui edukasi dan konseling diharapkan dapat meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur.


